Souvenir Goodie Bag untuk Acara Seminar

Mar 13, 15 Souvenir Goodie Bag untuk Acara Seminar

Posted by in Tips

Alasan Penggunaan Souvenir Goodie Bag Untuk Acara Seminar Saat ini, souvenir goodie bag untuk acara seminar kian sering dijumpai. Jika Anda sering menghadiri acara-acara semacam itu, Anda pasti pernah atau masih menyimpan tas-tas tersebut. Bahkan Anda mungkin masih menggunakan beberapa tas tersebut untuk keperluan sehari-hari. Bisa dikatakan bahwa goodie bag telah menjadi semacam tren di kalangan kelas menengah. Cobalah tengok beberapa acara di kampus atau perkantoran. Pastinya kebanyakan menyediakan goodie bag yang telah dicetak lengkap dengan nama acara dan instansi. Bahkan bagi sebagian kalangan, goodie bag dari sebuah acara seminar menjadi semacam prestise apalagi jika acara tersebut diadakan oleh instansi ternama dengan pembicara-pembicara terkenal. Lalu mengapa penggunaan goodie bag ini semakin populer? Isu Penting Mungkin kebanyakan orang mengenal goodie bag dari acara-acara akademis. Ketika acara seminar diadakan, para tamu sering membawa pulang suvenir berupa tas. Nah, kebiasaan tersebut tak lepas dari pesan moral yang selama ini dikampanyekan. Pesan tersebut terkait dengan isu penyelamatan lingkungan hidup untuk mengurangi limbah plastik yang kian mencemaskan. Kita sudah tahu bahwa penggunaan tas plastik sangat berpengaruh pada masalah-masalah lingkungan seperti pencemaran dan banjir. Apalagi limbah dari plastik sangat sulit untuk diurai oleh tanah. Risiko lainnya adalah pembakaran sampah plastik yang justru sangat mengganggu lingkungan sekitar. Jadi, sangat wajar jika kalangan akademis merasa bertanggung jawab untuk mempopulerkan penggunaan goodie bag dari lingkungan mereka sendiri. Tas ini lebih ramah lingkungan dan bisa digunakan dalam waktu panjang. Biaya Terjangkau Nah, alasan terakhir adalah biaya produksi yang cukup terjangkau. Berbeda sedikit tas plastik yang sangat murah. Goodie bag memang sedikit lebih mahal. Tetapi biayanya juga tidak akan menyita banyak anggaran. Bahkan ada nilai lebih yang ditawarkan dari goodie bag. Karena orang tidak akan membuang goodie bag seperti orang membuang sampah plastik yang mudah rusak. Kualitas dari bahan goodie bag memang terbukti lebih awet dari tas plastik biasa. Kita bisa menggunakannya selama bertahun-tahun tanpa khawatir jebol. Selain itu, goodie bag juga punya makna mendalam apalagi jika terkait dengan acara besar. Seperti yang sudah disinggung di atas, orang akan merasa bangga ketika mengenakan goodie bag...

read more

Penggunaan Tas Plastik Vs Tas Goodie Bag

Mar 13, 15 Penggunaan Tas Plastik Vs Tas Goodie Bag

Posted by in Tips

Timbul pertanyaan mengapa penggunaan plastik masih cukup banyak khususnya di indonesia ? Kisaran harga plastik dipasaran relatif murah, juga penggunaannya cukup praktis, sekali pakai tinggal buang. Disatu sisi, pengusaha bisnis yang menggunakan produk tas plastik, akan berpikir dua kali untuk beralih menggunakan tas dengan bahan ramah lingkungan seperti tas goodie bag. Selain menaikkan harga produk jual, juga secara tidak langsung akan mengurangi jumlah pelanggan anda. Jika tetap menggunakan produk plastik, kemungkinan akan tersaingi oleh pesaing/kompetitor di bisnis serupa, menggunakan produk non-plastik karena ada juga komunitas peduli dengan kesehatan dan lingkungan, hasilnya jumlah pelanggan toko/perusahaan tertentu tidak akan bertambah atau mungkin malah berkurang. Sebuah dilema hukuman mati, jika anda mengaku tidak bersalah, anda akan dieksekusi berdasarkan bukti-bukti mewakili tentang tindakan-tindakan anda. Jika anda mengaku bersalah, anda tetap akan dieksekusi, berdasarkan sepengetahuan kami, kami tidak pernah menghukum orang yang tidak bersalah. Jawaban dari persoalan tersebut di atas, sebenarnya cukup sederhana: kita butuh target. Sebuah studi dilakukan oleh tim Hensen dan DNN di Copenhagen ibukota denmark. Tim tersebut membagikan seribu permen di jalanan dan selanjutnya memeriksa tempat sampah. Tim tersebut melakukan cara serupa namun dengan sedikit perbedaan. Kali ini, tim Hensen memasang stiker bergambar jejak petunjuk warna hijau sehingga petunjuk tersebut mengarah ke tempat sampah. Hasilnya, orang-orang membuang bungkus permen dengan sembarangan berkurang menjadi 46%. “Ini menarik perhatian dan perilaku mereka,” ujarnya. Setelah sukses dengan percobaan pertama, kali ini mencoba untuk meneliti tingkat kecenderungan para pengunjung yang memasuki sebuah gedung kantor di Amsterdam. Berbeda dengan strategi sebelumnya, kali ini tim hansen memasang stiker petunjuk (warna merah) dilantai, dengan tujuan untuk mengarahkan para pengunjung memilih naik tangga daripada menggunakan elevator yang boros energi. Hasilnya, terjadi peningkatan 70% dari jumlah pengunjung untuk memilih naik tangga daripada memilih elavator, dalam waktu 24 jam pengambilan sampel. “Jadi, ada kekuatan yang mengendalikan. Penasaran, hal-hal baru dan efek bola salju akan terjadi jika seseorang tiba-tiba melihat orang ramai-ramai naik...

read more